Langsung ke konten utama

Postingan

Menjaga Hubungan Akrab dalam Badai Politik: Panduan Bijak untuk Keluarga dan pertemanan di Pilpres 2024

Pemilihan presiden selalu menjadi momen krusial yang memicu berbagai kejadian dan diskusi di seluruh negeri. Namun sayangnya, pengalaman tersebut tidak selalu membawa kegembiraan, terutama dalam konteks hubungan keluarga dan pertemanan. Dalam tulisan ini, kita akan membahas secara lebih rinci mengenai potensi risiko kerusakan hubungan keluarga yang disebabkan oleh perbedaan politik, memberikan kritik terhadap perilaku yang merugikan, dan memberikan saran praktis tentang bagaimana kita dapat menjaga nilai dan norma persaudaraan di tengah era pilpres 2024 yang mungkin intens. . . Polarisasi politik tidak hanya mempengaruhi arena publik, tetapi juga dapat merusak fondasi hubungan keluarga dan pertemanan. Perbedaan pandangan politik yang kian tajam bisa memicu ketegangan emosional, bahkan ancaman hubungan yang telah terjalin erat selama bertahun-tahun. Oleh karena itu, pemahaman mendalam tentang bagaimana memitigasi risiko ini sangatlah penting. Menciptakan ruang untuk dialog terbuka sanga...

Reminder: manfaat dan pentingnya bersedekah dari "ayah dan anak"

Minggu ini saya sedang kembali ke asrama di Cileunyi dan seperti biasa, saya melakukan shalat Jumat di masjid Al-Jawami yang merupakan masjid favorit bagi para mahasiswa kampus 3 UIN Bandung untuk shalat Jumat. Ketika sedang duduk sambil mendengarkan khutbah, saya memperhatikan kotak amal yang sedang berjalan, berpindah dari satu jamaah ke jamaah lain yang ada di tengah-tengah hingga akhirnya sampai kepada saya, lalu saya geser kotak tersebut ke jamaah yang ada di dekat saya. Jamaah tersebut membawa seorang anak kecil yang sepertinya merupakan anaknya. Kotak amal tersebut tidak digubris oleh sang ayah karena ia memejamkan mata sambil membaca dzikir. “Yah, ini kotak amalnya yah”, ujar si anak sambil menepuk paha ayahnya yang sedang khusyu berdizkir. Sang ayah pun membuka pejamannya sambil tersenyum dan segera merogoh kantong bajunya sambil mengeluarkan beberapa uang kertas recehan. "masukan semuanya nak!!" ucap sang ayah mengulurkan tangan memberikan sejumlah uang pada anaknya...

Mencari Ruang untuk Ibadah: Kritik terhadap Kurangnya Fasilitas di Ma'had Tahfidz

  Sholat Jama'ah dan tasmi di Ma'had Tahfidz UIN Sunan Gunung Djati adalah suatu keharusan yang tak terelakkan bagi mahasiswa-mahasiswa yang beruntung menjalani pendidikan di institusi tersebut. Sepertinya, sholat bukan hanya sekadar rutinitas, melainkan semacam aktivitas wajib yang dapat menentukan status keislaman seseorang. Menjalankannya secara berjamaah dianggap sebagai langkah monumental dalam menjaga solidaritas kaum muslimin. Namun, ironisnya, saat ini kami merasa seperti dalam drama "Pencarian Tempat Sholat dan tasmi’”. Ma'had Tahfidz UIN Sunan Gunung Djati, sebagai lembaga pendidikan yang fokus pada kajian Islam dan hafalan Al-Qur'an, tentu memiliki peran yang sangat penting dalam membimbing para mahasantri untuk menjalankan kewajiban agama mereka. Namun, kita tidak bisa menutup mata terhadap permasalahan yang muncul, terutama terkait minimnya ruang salat berjamaah. Keberadaan ruang salat berjamaah yang kurang memadai di Ma'had Tahfidz UIN Sunan...

Membakar Ayat Al-Quran itu tidak selamanya buruk

Aroma hangat kertas yang terbakar merayap di lorong asrama, memancing rasa penasaran di antara mahasiswa yang berlalu-lalang. Saya tidak tahan untuk tidak mengeksplorasi asal-usul bau itu. "Bau kertas kebakar euy," seru saya sambil melangkah ke lorong, mata mencari sumber bau. Kang Alif, teman seperjuangan, muncul dengan wajah cemas. "Eh, baunya masuk kamar ya? Duh maaf, maaf," ucapnya cepat sambil menoleh dan dengan terburu-buru keluar melalui jendela, mendarat dengan lincah di balkon asrama. Saya yang masih di dalam kamar, penasaran dengan tingkah kang Alif. "Lagi bakar apa kang?" tanya saya dari jendela, sambil melihatnya sibuk di balkon. "Ini kang, lagi bakar kertas euy. Ada tulisan Arabnya. Sebetulnya ini tugas kuliah yang lalu-lalu, tapi ada tulisan Arabnya. Saya ga rela jika tulisan ini harus berakhir di tempat sampah, di wastafel bahkan terinjak-injak," jelasnya sembari menunjukkan kertas yang dibakarnya. Jawaban kang Alif membe...

Apakah santri layak dikatakan beriman?

Menarik, mas! Kang Alif dan Mas Daniel membuka percakapan yang menarik seputar keimanan santri. Saya sedang sibuk dengan tempe yang sedang digoreng, tapi pertanyaan Kang Alif langsung mengalihkan perhatian saya. Obrolan mereka membahas sejauh mana keimanan santri dapat diukur, dengan Kang Alif berpendapat bahwa keimanan mereka belum cukup teruji di lingkungan pesantren yang sangat agamis dan terjaga. Di sisi lain, Mas Daniel menyatakan bahwa banyak santri yang keluar dari zona nyaman pesantren dan justru kehilangan identitas santri mereka. Saya melihatnya sebagai perdebatan antara lingkungan yang terlindungi dan penuh disiplin pesantren versus realitas kehidupan di luar sana. Pertanyaannya seolah mencari jawaban apakah keimanan sejati dapat bertahan dan berkembang di luar lingkungan yang sudah mendukungnya. Percakapan antara Kang Alif dan Mas Daniel sungguh menciptakan ruang pemikiran yang menarik. Jika kita menilik lebih jauh, perbedaan pandangan mereka mencerminkan kompleksitas dinam...

Ilmu itu mahal, tapi tidak kali ini karena ada diskon besar-besaran (Bigsale Gramedia)

Akhir-akhir ini beberapa grup Whatssup dan beranda Instagram dipenuhi dengan postingan Gramedia yang sedang mengadakan Big Sale buku-buku mereka. Bigsale Gramedia kali ini ga tanggung-tanggung, bagaimana tidak, buku-buku original mereka jual mulai dari harga 5k sampai 75k. Sangat ramah dengan kantong mahasiswa, bukan?.  Promo gramedia ini mengundang banyak sekali orang-orang untuk datang melihat-lihat bahkan memborong buku. Tentu saja saya sebagai pecinta buku sangat ingin sekali mampir ke event tersebut. namun sayang, lokasi gramedia tersebut cukup jauh dari tempat saya tinggal sehingga saya mikir-mikir lagi untuk kesana.  Kabar baiknya, ada info di grup WA kelas yang menginfokan ada gramedia big sale juga di griya cinunuk, Hal ini membuat saya sangat girang sekali karena lokasi griya sangat dekat dengan tempat tinggal saya dibangingkan gramedia merdeka yang sangat jauh. esok harinya, akhirnya saya mengajak teman sesama kutu buku untuk hunting buku di griya cinunuk. "Mas Alif...

MAKAN GORENGAN SAMBIL NGE-GAME DAN DISKUSI ISU HANGAT ADALAH RITUAL WAJIB PELANGGAN CAFÉ NO JAIM : BUKAN SEKEDAR TONGKRONGAN BIASA

Para penghuni No Jaim sedang mendiskusikan nasib konoha “NGOPI, NGOPI!!” Teriakan itu sudah lumrah sekali terdengar bagi temen-temen putra mahasiswa kampus 3 uin bandung setiap kali selesai program malam di asrama. Teriakan itu merupakan panggilan buat para mahasiswa untuk duduk Bersama sambil ngopi, ngobrol, bahkan main game bareng-bareng di emperan yang ada di antara asrama putra dan putri. Di sana ada warung yang dinamai Warung Café No Jaim. Nongkrong di No Jaim ini asik dan ga membosankan. Kang Farhan sebagai Owner Warung selalu ada dan buat suasana warung jadi ramai dan asik. sesuai dengan nama warungnya yaitu “no jaim”, sambutannya ke mahasiswa yang dateng ke warungnya selalu khas “sini kang, teh, ngopi, jajan, jangan malu-malu” mengajak seluruh lapisan penghuni kampus 3 untuk berbaur dan akrab satu sama lain tanpa melihat perbedaan. Tidak seperti warung atau angkringan pada umumnya yang lengkap dengan aneka jajanan dan minuman, warung no jaim ini tidak begitu banyak menawa...