Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2023

Membakar Ayat Al-Quran itu tidak selamanya buruk

Aroma hangat kertas yang terbakar merayap di lorong asrama, memancing rasa penasaran di antara mahasiswa yang berlalu-lalang. Saya tidak tahan untuk tidak mengeksplorasi asal-usul bau itu. "Bau kertas kebakar euy," seru saya sambil melangkah ke lorong, mata mencari sumber bau. Kang Alif, teman seperjuangan, muncul dengan wajah cemas. "Eh, baunya masuk kamar ya? Duh maaf, maaf," ucapnya cepat sambil menoleh dan dengan terburu-buru keluar melalui jendela, mendarat dengan lincah di balkon asrama. Saya yang masih di dalam kamar, penasaran dengan tingkah kang Alif. "Lagi bakar apa kang?" tanya saya dari jendela, sambil melihatnya sibuk di balkon. "Ini kang, lagi bakar kertas euy. Ada tulisan Arabnya. Sebetulnya ini tugas kuliah yang lalu-lalu, tapi ada tulisan Arabnya. Saya ga rela jika tulisan ini harus berakhir di tempat sampah, di wastafel bahkan terinjak-injak," jelasnya sembari menunjukkan kertas yang dibakarnya. Jawaban kang Alif membe...

Apakah santri layak dikatakan beriman?

Menarik, mas! Kang Alif dan Mas Daniel membuka percakapan yang menarik seputar keimanan santri. Saya sedang sibuk dengan tempe yang sedang digoreng, tapi pertanyaan Kang Alif langsung mengalihkan perhatian saya. Obrolan mereka membahas sejauh mana keimanan santri dapat diukur, dengan Kang Alif berpendapat bahwa keimanan mereka belum cukup teruji di lingkungan pesantren yang sangat agamis dan terjaga. Di sisi lain, Mas Daniel menyatakan bahwa banyak santri yang keluar dari zona nyaman pesantren dan justru kehilangan identitas santri mereka. Saya melihatnya sebagai perdebatan antara lingkungan yang terlindungi dan penuh disiplin pesantren versus realitas kehidupan di luar sana. Pertanyaannya seolah mencari jawaban apakah keimanan sejati dapat bertahan dan berkembang di luar lingkungan yang sudah mendukungnya. Percakapan antara Kang Alif dan Mas Daniel sungguh menciptakan ruang pemikiran yang menarik. Jika kita menilik lebih jauh, perbedaan pandangan mereka mencerminkan kompleksitas dinam...

Ilmu itu mahal, tapi tidak kali ini karena ada diskon besar-besaran (Bigsale Gramedia)

Akhir-akhir ini beberapa grup Whatssup dan beranda Instagram dipenuhi dengan postingan Gramedia yang sedang mengadakan Big Sale buku-buku mereka. Bigsale Gramedia kali ini ga tanggung-tanggung, bagaimana tidak, buku-buku original mereka jual mulai dari harga 5k sampai 75k. Sangat ramah dengan kantong mahasiswa, bukan?.  Promo gramedia ini mengundang banyak sekali orang-orang untuk datang melihat-lihat bahkan memborong buku. Tentu saja saya sebagai pecinta buku sangat ingin sekali mampir ke event tersebut. namun sayang, lokasi gramedia tersebut cukup jauh dari tempat saya tinggal sehingga saya mikir-mikir lagi untuk kesana.  Kabar baiknya, ada info di grup WA kelas yang menginfokan ada gramedia big sale juga di griya cinunuk, Hal ini membuat saya sangat girang sekali karena lokasi griya sangat dekat dengan tempat tinggal saya dibangingkan gramedia merdeka yang sangat jauh. esok harinya, akhirnya saya mengajak teman sesama kutu buku untuk hunting buku di griya cinunuk. "Mas Alif...