Setelah 3 bulan sepatu saya hilang dan tak kunjung ditemukan kembali, akhirnya saya memutuskan untuk membeli sepatu baru sebagai pengganti sepatu saya yang hilang. Agar mendapatkan rekomendasi toko sepatu dengan kualitas yang tidak mengecewakan, saya mencoba mencari informasi dengan bertanya kepada beberapa kawan saya asal Bandung.
Setiap dari mereka memberikan rekomendasi tempat jual sepatu, pasar sepatu yang sama yaitu pasar sepatu Cibaduyut Bandung. Bukan tanpa alasan, mereka merekomendasikan tempat tersebut karena menurut mereka Cibaduyut merupakan daerah penghasil sepatu kulit terbaik di Bandung dan bahkan produk sepatu kulit lokal home industri ini sudah terkenal sampai ke manca negara.
Setelah melihat-lihat review dari beberapa platform di internet tentang Cibaduyut, berbekal maps dan supri kesayangan saya berangkat ke Cibaduyut untuk melihat langsung pasar sepatu di sana dan tentunya untuk membawa salahsatu kerajinan sepatu mereka.
Setelah kurang lebih 45 menit perjalanan dari Cileunyi, akhirnya saya tiba di pasar Cibaduyut. Hujan kala itu turut mewarnai pejalanan saya sehingga membuat saya basah kuyup dibuatnya. Setelah memarkirkan motor di tepi jalan segera saya mencari warung nasi sekaligus tempat berteduh sementara karena perut saya sudah tidak bisa diajak kompromi dan hujan semakin lebat.
Dari seberang jalan akhirnya saya menemukan ruko bertuliskan "Warung Nasi Cibaduyut". Awalnya saya ragu untuk menyebrang karena saya tidak melihat adanya etalase makanan seperti yang ada pada warung nasi pada umumnya. Dari seberang jalan yang saya lihat hanyalah berbagai macam pajangan sepatu dan sandal serta tas-tas kulit yang digantung.
Setelah saya dekati, ternyata etalase dan tempat makannya nyempil di belakang tertutup oleh pajangan sepatu dan sandal. Bapak pemilik toko mempersilahkan saya masuk dan saya langsung saja memesan makanan dan makan dengan cepat karena kala itu waktu shalat jumat semakin dekat.
"Disini lagi hujan terus, dari jam 5 pagi belum berenti hujan" kata bapak sembari mengepel latar yang basah dengan cipratan air hujan. "Kalo hujan terus begini bisa banjir menggenang, motor pada mogok" tegasnya. Syukulah meskipun saya basah kuyup akibat hujan, kondisi jalan kala itu tidak banjir dan lancar-lancar saja sehingga saya tidak perlu khawatir.
Sambil menikmati makan siang, saya mengamati sepatu-sepatu kulit yang terpajang rapih di hadapan saya. Sepatu-sepatu tersebut terlihat berkualitas dan ada beberapa sepatu yang menarik perhatian saya.
Karena waktu shalat jumat sudah tiba, saya menitipkan barang bawaan saya ke ibu pemilik toko dan berjanji akan segera kembali setelah shalat Jumat. Saya dan bapak pemilik toko pergi shalat jumat sementara itu ibu yang menjaga toko.
Setelah melakasanakan shalat jumat saya pergi ke ATM mengambil uang untuk membeli sepatu. Saya kembali ke warung nasi tadi dan sudah ada bapak dengan beberapa sampel sepatu yang saya pinta sebelumnya yaitu sepatu dengan model boots pantofel. Karena tidak ada di toko bapak harus mengambilnya terlebih dahulu dari gudang.
Ada 3 model pantofel yang dibawakan oleh bapak. Ketiganya berbahan kulit dan salah satunya berbahan kulit mengkilat. Ada salah satu model yang saya sukai dan cukup nyaman untuk digunakan berjalan. Namun karena ukuran sepatu yang terlalu besar saya meminta untuk diambilkan ukuran yang pas.
Sembari bapak mengambil sepatu dari gudang saya mengobrol dengan ibu pemilik toko. "Disini (Cibaduyut) memang terkenal dengan kerajinan sepatu dan sandal kulitnya mas. Orang dari mana-mana datang untuk cari sepatu disini. Pernah ada yang dari Palembang, Sulawesi bahkan pernah ada dateng dari luarnegri. Mereka jauh-jauh kesini pengen cari sepatu yang kualitasnya bagus dengan harga terjangkau" ujar ibu membuka percakapan.
Cibaduyut memang sangat terkenal dengan pengrajin sepatu yang terampil dalam membuat sepatu secara manual. Cibaduyut sudah mulai terkenal dengan penghasil sepatu terbaik sejak zaman kolonial Hindia-Belanda. Keunikannya adalah Produksi sepatu dilakukan secara mandiri alias home made/home industri dan masyarakat asli Cibaduyut menjaga energi positif kreatifnya dari generasi ke generasi hingga saat ini.
Kualitas sepatu dari Cibaduyut tak diragukan lagi, oleh sebab itu sepatu dari Cibaduyut tidak hanya diakui dalam negeri melainkan diakui diberbagai negara. Hal ini dibuktikan oleh ekspor produk hampir ke 26 negara dengan Amerika sebagai pasar utamanya dengan persentase 46,16 persen.
Gimana? Hebat bukan?
Reputasi Cibaduyut semakin terangkat ketika Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kala berkunjung dan membeli sepatu dari sana untuk digunakan dalam aktifitas sehari-hari. Hal tersebut juga merupakan bukti bahwa sepatu produk lokal Cibaduyut berkualitas tinggi.
Tak lama setelah sedikit mengobrol dengan ibu, bapak datang membawa sepatu pesanan saya. Saya langsung mencobanya. Sepatunya pas, enak dibuat jalan, gak sakit, gak keras, dan nyaman. Setelah sepakat soal harga, saya langsung membayar dan membawa sepatu tersebut.
Saya senang berbelanja sepatu di Cibaduyut karena bisa membeli produk lokal dengan kualitas yang bagus dan harga yang terjangkau. Cibaduyut merupakan salah satu daerah pengrajin sepatu terbaik di Bandung bahkan Indonesia. Kualitas sepatu lokal disini tidak diragukan lagi karena sudah terbukti diakui di berbagai negara. Kita harus bangga akan hal ini. Kita harus mencintai produk lokal Indonesia dan bangga ketika membelinya guna menekan angka impor Indonesia dan memberikan dukungan terhadap pengrajin lokal dengan harapan pengrajin lokal semakin berkembang sehingga dapat memulihkan ekonomi Indonesia.
Cintai Produk Indonesia


Komentar
Posting Komentar