Langsung ke konten utama

WISUDA KHOTMIL: SUDAH SAATNYA KITA MENINGKATKAN KESADARAN KITA TERHADAP MEMBACA ALQURAN


Beberapa hari lalu, madrasah An-nur telah mangadakan acara tasyakuran dan wisuda khotmil Quran. Ada banyak anak anak sekolah yang diwisuda. Diantaranya wisuda Iqra dan Sebagian yang lain diwisuda Khotmil Al-Quran.

Wisuda tersebut merupakan moment yang sangat membahagiakan. Bagaimana tidak, mereka para wisudawan telah menyelesaikan bacaan iqranya dan telah siap untuk memulai membaca Al-Quran dengan bacaan yang benar dan tepat. Sebagian lain telah menyelesaikan bacaan Alqurannya setidaknya satu kali.

Disini letak kabar baiknya. Anak anak yang bisa membaca alquran bertambah, anak anak yang mampu menghatamkan Al-Quran bertambah.

Ini merupakan bekal pertama bagi mereka untuk bisa selalu membaca Al-Quran dan hidup bersama Al-Quran. Modal utama bagi setiap mukallaf untuk menjadi muslim yang baik karena muslim yang baik adalah muslim yang dekat dengan Al-Quran dengan selalu membacanya.

Aktifitas sehari hari mereka di lingkungan madrasah tidaklah banyak. Mereka datang untuk menyetorkan bacaan Al-Quran mereka kepada guru guru mereka kemudian menyimak dan belajar beberapa mata pelajaran agama.

Sebagai aktifitas ekstra, sebagian dari mereka ada yang mengaji di luar waktu sekolah untuk menghafalkan surat surat pilihan atau sekedar memantapkan bacaannya.

Sebagian besar dari kita mungkin pernah diposisi mereka. Menghabiskan masa kecil di desa dengan bermain dan mengaji, Menjadi wisudawan Iqra dan menjadi wisudawan Khotmil quran. Ya, kita pernah diposisi mereka.

Namun, setelah kita lulus dari madrasah apakah kita semakin dekat dengan Al-Quran atau sebaliknya?

Seharusnya yang mereka lakukan sebagai anak anak yang berusaha dekat dengan Al-Quran tersebut dapat memotivasi kita kita yang semakin hari semakin sibuk dengan hal hal duniawi.

Kita sebagai remaja yang sudah memiliki pola fikir yang matang tidak boleh kalah dengan anak anak seusia mereka yang sudah aktif membaca Al-Quran.

Kesibukan kita terhadap hal hal yang bersifat duniawi seharusnya tidak menjauhkan kita dari Al-Quran. Prinsip kita dalam membaca Al-Quran tidak hanya sekedar membaca Al-Quran di waktu luang akan tetapi meluangkan waktu untuk membaca Al-Quran. Itu yang hebat.

Al-Quran yang kita baca akan menjadi teman bagi kita di akhirat kelak. Teman yang akan menolong kita dari susah dan hiruk pikuk hari kiamat. Teman yang akan meninggikan derajat kita di surga kelak.

Sejatinya membaca Al-Quran bukanlah aktifitas yang berat dan susah. Kita mungkin belum terbiasa saja dengannya sehingga kita cepat bosan.

Ironisnya, Kita kuat menatap layar kaca selama berjam jam berselancar di dunia maya tanpa ingin diganggu namun giliran membaca Al-Quran, baru beberapa menit saja mata kita sudah diserang ngantuk.

Sudah saatnya kita membiasakan diri untuk Kembali membaca Al-Quran. Kita kita harus menanamkan prinsip tiada hari tanpa membaca Al-Quran.

Sempatkan diri untuk membaca Al-Quran. kita bisa memulainya dengan hal yang ringan saja dulu. Kita bisa membuat target target minimum harian.

Kita mulai dengan target membaca 1 juz sehari. Jika dalam sehari kita belum mampu membaca satu juz, kita bisa membaca 10 halaman. Masih terlalu banyak? Kita bisa membacanya 5 halaman sehari. Kita harus melakukannya secara konsisten setiap harinya tanpa ada yang bolong.

Banyak sedikitnya halaman yang kita baca bukanlah prioritas teratas. Fokus kita adalah menumbuhkan kebiasaan membaca alquran setiap hari sehingga menjadi sebuah kebutuhan. Ketika kebiasaan membaca alquran setiap hari sudah beranjak menjadi suatu kebutuhan, maka disaat kita tidak membacanya kita akan merasakan kekurangan dalam diri kita.

Disaat itulah kita akan semakin dekat dengan Al-Quran, disaat itulah kita akan menjadi teman Al-Quran dan disaat itulah ketenangan akan selalu bersemayam di sanubari kita.

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sambal Gami Neng Mala Jatinangor: Pengalaman Mencicipi Sensasi Pedasnya!

Hari ini saya dan dua orang sahabat saya mencoba makan di sebuah warung sambal yang cukup hits di Jatinangor, namanya Sambal Gami Neng Mala. Kami dengar, sambalnya enak banget dan pedasnya juara. Sebagai penggemar makanan pedas, saya penasaran dengan rasa sambal yang sudah terkenal di wilayah Jatinangor dan sekitarnya ini. Akhirnya, kami memutuskan untuk mencoba. Saya ingin berbagi pengalaman kami mencicipi sambal Gami yang terkenal di Neng Mala Jatinangor.  Kami memesan beberapa menu di antaranya adalah nasi putih, ayam goreng, tempe goreng, dan tentunya sambal gami yang menjadi menu utama di sini. Ketika kami mencicipi sambal gami, rasanya benar-benar luar biasa! Pedasnya pas, tidak terlalu tajam, dan sangat cocok dengan nasi putih dan lauk pauk yang kami pesan. Ketika mencicipi sambal Gami, rasanya sangat berbeda dengan sambal lain yang pernah saya coba. Sambal ini memiliki tingkat kepedasan yang cukup tinggi, namun tetap menghadirkan rasa yang lezat. Di dalamnya terdapat bahan-...

Review Mie Gacoan Ujung Berung: Mie Enak dengan Suasana yang Cozy

Foto taken by: Abdul Bari  Ada sensasi yang berbeda ketika makan bersama teman-teman, apalagi jika makanannya adalah mie goreng yang enak dan disajikan dengan topping yang unik. Itulah yang kami rasakan saat berkunjung ke Mie Gacoan Ujung Berung bersama 5 teman kelas, dan yang membuat pengalaman ini semakin berkesan adalah karena salah satu teman kami yang mengajak makan kali ini rela menraktir kami semua. Inilah kisah seru kami saat menikmati hidangan lezat di Mie Gacoan Ujung Berung. Menurut pengalaman saya, makan di Mie Gacoan Ujung Berung merupakan pengalaman yang sangat menyenangkan dan tak terlupakan. Pertama-tama, tempat ini memiliki dekorasi yang kekinian dan instagramable, sehingga membuat suasana menjadi lebih menyenangkan. Selain itu, suasana yang cozy dan santai juga cocok untuk nongkrong dan ngobrol santai bersama teman-teman. Tentunya, tidak hanya suasana saja yang membuat pengalaman makan di Mie Gacoan Ujung Berung menjadi menyenangkan. Setiap jenis mie di sini memil...

My KKP My Adventure: Air Terjun Tiu Kelep - Senaru, Bayan, Lombok Utara

 Minggu, 27 Juli 2025 Saya dan kawan-kawan posko KKP Lombok seperjuangan saya berencana healing. ya, betul sekali.. jalan-jalan. jalan-jalan kali ini berbeda dengan jalan-jalan sebelumnya yang terkesan dadakan. kali ini healingnya diagendakan bersama dan tanpa terkecuali semua anggota KKP ikut. kami berencana pergi ke suatu tempat nan indah di ujung KLU (Kabupaten Lombok Utara), tepatnya di kecamatan Bayan. di sana ada desa wisata yaitu Senaru. Senaru merupakan salah satu desa wisata di lombok utara yang terletak di kaki gunung Rinjani. Senaru juga merupakan salah satu jalur pendakian menuju gunung Rinjani tapi melalui jalur lombok utara. Kami berangkat pagi-pagi sekitar jam 9 bersama 14 anggota KKP. satu teman saya, Thoriq, dia menyusul lantaran motornya sedang dalam perjalanan karena sedang rusak. kondisi cuaca pada hari tersebut sangatlah cerah. tidak terlalu terik dan juga tidak terlalu gelap. kami berangkat dari posko kami yang terletak di desa Menggala, Kecamatan Pamenang, Se...