Langsung ke konten utama

CARA MEMBUAT TEH TURKİ

 


-Teh merupakan minuman herbal tradisional yang memiliki banyak khasiat, manfaat dan telah dikonsumsi secara turun temurun oleh nenek moyang kita. Setiap negara memiliki jenis jenis teh yang berbeda beda. Cara penyajian dan minumnya pun berbeda beda. Begitu pula dengan budaya meminum teh di Turki yang berbeda cara penyajian dan konsumsinya.-


Orang orang turki merupakan orang orang yang tidak dapat melalui hari harinya tanpa meminum teh. Ketel ketel tempat mereka membuat teh tidak pernah kosong dan dingin lantaran seringnya digunakan untuk membuat teh.

Teh bagi mereka merupakan teman yang dapat menemani hari hari mereka. Teh turki dapat diminum dalam berbagai momen dan suasana seperti ketika sedang bersantai, setelah makan, ketika sedang berbincang dengan tamu dan sanak keluarga, ketika sedang memiliki masalah hidup dengan meminum teh dapat meringankan beban fikiran.

Teh turki dibuat dengan cara yang cukup unik. Untuk membuat teh turki dibutuhkan alat yang bernama “Çaydanlık” (teko khusus untuk membuat teh turki). Çaydanlık memiliki 2 buah teko berukuran besar dan kecil yang dapat disusun. Teko yang berukuran besar digunakan untuk menyimpan air panas sedangkan teko yang berukuran lebih kecil digunakan untuk menyimpan teh turki.

 

Cara membuat teh turki

Untuk mendapatkan kualitas teh turki terbaik, maka kita harus memperhatikan langkah langkah berikut:

Pertama-tama isi teko yang berukuran besar dengan air dan rebus hingga mendidih. Setelah air mendidih pindahkan air mendidih tadi ke teko yang berukuran lebih kecil secara perlahan. Setelah teko kecil terisi air mendidih tuangkan teh turki sebanyak 2 setengah gelas teh. Perlul diingat bahwa gelas teh turki memiliki ukuran dan design khusus. Gelas teh turki berukuran lebih kecil dibandigkan gelas gelas pada umumnya.

Setelah menuangkan teh, kamu bisa menambahkan tomurcuk sebagai penambah aroma. Tutup teko yang berisi teh dan jangan pernah dibuka sebelum teh benar benar matang. İsi teko berukuran besar dengan air dan rebus hingga mendidih. Letakkan teko kecil yang berisi teh diatas teko yang berisi air. Rebus teh dengan api berukuran sedang minimal 20 menit. Setelah 20 menit proses perebusan, teh siap untuk dihidangkan.

Teh turki harus selalu dihidangkan dalam keadaan panas, oleh sebab itu kompor harus selalu menyala dengan api kecil untuk menjaga teh supaya tetap panas. Orang yang menyajikan dan menghidangkan teh turki dinamakan “çaycı”.

Doa ketika membuat teh

Tidak hanya kualitas teh secara rasa saja, teh juga merupakan minuman yang dapat menjadi obat dan wasilah keberkahan. Selain kualitas air, teh, dan suhu teh yang harus diperhatikan, ada doa doa juga yang dapat kita baca Ketika kita membuat teh, supaya teh tidak hanya sekedar minuman yang nikmat dan menyehatkan akan tetapi membawa keberkahan.

Berikut doa yang dibaca ketika kita membuat teh turki :

  • ·        1 surat alfatihah dan 3 surat ikhlas syarif.
  • ·        3 surat al kautsar
  • ·        7 bacaan tahiyyat.

Doa doa ini dibaca ketika sedang memindahkan air panas dari teko besar dan ketika sedang menuangkan teh.

Penyajian teh

Teh turki disajikan dan dihidangkan dalam berbagai macam momen. Cara menyajikannya pun tidak sembarangan. Teh turki memiliki set penyajiannya tersendiri. Diantaranya gelas yang berukuran mini dan memiliki design langsing, sendok teh yang ukurannya lebih kecil dibandingkan sendok teh pada umumnya, piring kecil yang dijadikan tatakan untuk gelas teh, dan tak lupa nampan yang digunakan untuk menempatkan semua barang yang telah disebutkan tadi.

Teh turki harus disajikan dalam keadaan panas, pertama tama kita tuangkan sedikit air panas ke gelas lalu tumpahkan kembali, hal ini dilakukan supaya gelas menjadi panas dan siap untuk dituang teh. Setelah itu, tuangkan teh turki sebanyak seperempat gelas dan tuangkan air.

Formasi dalam nampan pun sangat penting, tidak boleh terlewatkan. Gula pasir harus ditempatkan disebelah kanan bagian atas nampan. Jika jumlah teh yang akan dihidangkan lebih dari 2 gelas, maka piring tatakan diletakkan di sebelah kiri atas nampan, tapi jika hanya 1 atau 2 gelas teh, maka piring tatakan diletakkan langsung dibawah gelas teh. Gelas gelas yang berisi teh diletakkan di tengah nampan dan disusun secara rapih dengan menghadapkan ujung sendok kedepan.

Selain gula, ada fitur fitur lain yang dapat disajikan dengan teh untuk menambahkan citarasa. Kita dapat meletakkan potongan limon, daun daun cengkeh yang diletakkan dipiring kecil. Orang yang akan meminum akan memilih fitur fitur tadi supaya menambah citarasa teh.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kediri oh Kediri, Part 1

Rabu, 25 September 2024, Saya bersama dengan beberapa teman saya melakukan perjalanan ke Kediri. Kami pergi ke kediri dalam rangka menghadiri undangan pernikahan salah satu Mentor/Ustadzah MTA UIN Bandung, yaitu teh Makhyatul Fikriya yang akan menikah pada Sabtu 28 september.  Awal Mula Perjalanan Mula-mulanya berawal dari kang Nafi yang ngajak mentor-mentor untuk ikut serta ke Kediri buat kondangan. Tentu saja hal ini disambut baik oleh kami, khususnya saya yang kala itu memang sedang butuh healing alias jalan-jalan. lumayan, ada moment dan ada alasan buat keluar kota. apalagi dengan porsi budgeting yang relatif sangat murah.  Kami termasuk yang beruntung sih, karena kami dapet tiket kereta kahuripan di harga 200k, dan itu sudah PP (Pulang pergi). biasanya tiket-tiket kereta apalagi kereta yang antar provinsi mahal-mahal. bisa menyentuh angka 600k an untuk yang eksekutif, namun kali ini rejeki lagi ada di pihak kami. wkwk Malam itu juga, yang fiksasi langsung beli tiket, kare...

Dermawannya Gusti Allah itu Ga Harus Follow Dulu Kayak Influencer Jaman Sekarang

Ahmad Muzayyin Dalam dunia digital yang kita hidupi sekarang, istilah influencer sudah begitu melekat dalam keseharian. Kita sering kali melihat bagaimana para influencer, selebriti, atau konten kreator menjanjikan berbagai giveaway dan bentuk-bentuk “kedermawanan” lainnya, tetapi ada syaratnya: follow dulu ya akun gue! Seolah-olah, rasa kedermawanan ini memiliki harga, dan harga itu adalah "klik" pada tombol follow. Ini lumrah di era modern di mana perhatian, engagement, dan angka followers adalah aset yang paling berharga. Fenomena ini membawa kita pada pertanyaan lebih dalam: apakah benar bahwa segala bentuk pemberian dan kebaikan harus diikuti dengan pamrih? Haruskah kebaikan dibarter dengan perhatian atau popularitas? Jika kita amati lebih jauh, dunia digital ini mencerminkan pola pikir transaksional yang semakin berkembang dalam kehidupan kita sehari-hari. Untuk mendapatkan sesuatu, kita mesti “membayar” dengan sesuatu yang tak melulu uang, tapi bisa berupa perhatian...

Mengkritik Atasan: Jalan Pintas Menuju 'Dikucilkan (seni halus menuju kejauhan sosial)

Di ruang-ruang rapat organisasi, baik itu korporat besar, lembaga non-profit, hingga komunitas kecil, sering kita temui fenomena yang hampir seragam: hening yang meresahkan saat kesempatan memberi masukan terbuka. Alih-alih menjadi momen diskusi kritis dan konstruktif, forum-forum ini sering kali diwarnai oleh anggukan patuh, persetujuan semu, dan bisikan-bisikan yang terpendam. Mengapa anggota kerap merasa terkungkung untuk mengungkapkan ketidaksetujuan mereka terhadap atasan? Mengapa kritik yang seharusnya sehat dianggap racun yang memecah hubungan profesional? Fenomena ini, jika dibedah secara fenomenologis, menunjukkan bahwa rasa takut dan ketidaknyamanan untuk mengkritik atasan bukanlah hal sepele. Ketakutan ini berakar pada ancaman implisit—takut dimusuhi, dijauhi, dikucilkan, atau diperlakukan berbeda setelah menyuarakan pandangan yang tak sejalan dengan pemimpin. Bagaimana mungkin organisasi bisa berkembang jika anggotanya takut berkata jujur? Ini bukan sekadar masalah komunika...