Langsung ke konten utama

SUJUD TİLAWAH DAN TATACARANYA

 


Sujud merupakan salah satu gerakan ibadah dalam Islam. Sujud tidak hanya dapat dilakukan dalam Shalat akan tetapi diluar Shalat pun sujud dapat dilakukan.

Berdasarkan sebabnya sujud terbagi menjadi beberapa macam. Diantaranya adalah sujud tilawah, sujud sahwi dan sujud syukur.

Pada artikel ini akan dibahas mengenai sujud tilawah. Apa itu sujud tilawah?, apa hukum sujud tilawah?, bagaimana cara kita melakukan sujud tilawah?.

 

DEFINISI SUJUD TILAWAH

Sujud adalah salah suatu gerakan ibadah dengan membungkuk dan melibatkan beberapa anggota tertentu. Anggota sujud adalah dahi, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan jari jari pada kedua telapak kaki, sedangkan Tilawah secara bahasa bermakna bacaan.

Sujud tilawah adalah sujud yang dilakukan ketika membaca atau mendengarkan ayat-ayat sajdah baik mendengarkannya dengan disengaja maupun tidak disengaja.

 

AYAT-AYAT SAJDAH DALAM AL-QURAN

Ayat sajdah adalah ayat-ayat dalam Al-quran yang mengandung makna sajdah dan penghambaan.

Ayat sajdah di dalam Al-Quran berjumlah 14 ayat. Berikut ayat-ayat sajdah dalam Al-Quran :


1)      Surat Al-A’raf ayat 206

2)      Surat Ar-Rad ayat 15

3)      Surat An-Nahl ayat 49

4)      Surat Al-Isra ayat 107

5)      Surat Maryam ayat 58

6)      Surat Al-Hajj ayat 18

7)      Surat Al-Hajj ayat 77

8)      Surat Al-Furqan ayat 60

9)      Surat An-Naml ayat 25

10)  Surat As-Sajdah ayat 15

11)  Surat Fushshilat ayat 37

12)  Surat An-Najm ayat 62

13)  Surat Al-Insyiqaq ayat 21

14)  Surat Al-Alaq ayat 19.


Adapun surat Shad ayat 24 tidak termasuk ayat sajdah melainkan ayat Syukur. Oleh karena itu, ketika dibaca ayat ini dianjurkan untuk melakukan sujud syukur hanya di luar Shalat.[1]

 

 

 

 

HUKUM SUJUD TILAWAH

Hukum sujud tilawah adalah sunnah muakkadah menurut madzhab Syafii berdasarkan Hadits   fili Rasulullah SAW.

Diriwayatkan dari Sahabat Ibnu Umar RA.

أنّ النبي صلي الله عليه و سلم كان يقرأ علينا القرأن فإذا مر بالسجدة كبر و سجد و سجدنا معه

“Sesungguhnya Nabi SAW membaca Al-Quran kepada kami, apabila melewati ayat sajdah beliau bertakbir dan bersujud dan kami pun ikut bersujud bersamanya”. (HR. Abu daud dan Hakim)[2]

Rasulullah SAW bersabda :

"إذا قرأ ابن أدم السجدة فسجد إعتزل الشيطان يبكي يقول : يا ويله أمر ابن أدم بالسجود فسجد فله الجنة وأمرت بالسجود فعصيت فلي النار."

“Apabilal anak cucu Adam membaca ayat sajdah kemudian bersujud maka Syaitan akan menangis dan berkata : “Celakalah diriku. Anak cucu Adam diperintah untuk bersujud dan mereka melakukan-nya, maka bagi mereka Surga. aku diperintah untuk bersujud dan aku membangkang, maka bagiku Neraka.” (HR. Bukhari-Muslim).[3]

 

SYARAT-SYARAT SUJUD TILAWAH

Sujud tilawah merupakan salah satu jenis ibadah dalam Islam, oleh sebab itu seseorang yang hendak melakukan sujud tilawah harus memperhatikan syarat-syarat nya sebelum melakukan sujud tilawah.

Sujud tilawah memiliki syarat yang hampir sama dengan syarat syarat Shalat.

Berikut syarat syarat sujud tilawah :

  • 1)      Suci dari hadats (besar maupun kecil)
  • 2)      Suci badan, pakaian dan tempat dari najis
  • 3)      Menutup aurat
  • 4)      Menghadap kiblat.   

Apabila syarat-syarat diatas tidak terpenuhi (seperti seorang wanita yang sedang dalam masa haid atau nifas, atau seseorang yang sedang berhadats) maka sujud tilawah dapat diganti dengan mengucapkan :

سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله أكبر ولا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم

Tasbih tersebut dibaca sebanyak 4 kali. Bacaan tasbih diatas tidak hanya dikhususkan untuk orang yang tidak memenuhi syarat melainkan tasbih tersebut dapat dibaca oleh siapapun untuk menggantikan posisi sujud.[4]

 

RUKUN-RUKUN SUJUD TILAWAH

Selain syarat syarat yang harus diperhatikan sebelum melakukan sujud tilawah, kita juga harus memperhatikan rukun-rukun-nya ketika melakukan sujud. Apabila seseorang meninggalkan salahsatu dari rukun tersebut maka sujud tilawahnya tidak sah.

Adapun rukun-rukun sujud tilawah adalah sebagai berikut:

  • 1)      Niat
  • 2)      Takbiratul ihram (mengucapkan lafadz Allahu Akbar)
  • 3)      Sujud sebanyak satu kali
  • 4)      Duduk
  • 5)      Salam.[5]

 

TATACARA SUJUD TILAWAH

Sujud tilawah dapat dilakukan di dalam shalat maupun di luar shalat. Seseorang yang sedang shalat secara munfarid dapat melakukan sujud karena bacaannya sendiri. Apabila ia sujud karena mendengar bacaan orang lain maka shalat-nya batal.

Dalam shalat berjamaah, seorang imam sunnah melakukan sujud. Tidak ada kewajiban bagi imam untuk sujud. Adapun seorang makmum, ia harus mengikuti imam-nya. Apabila imamnya melakukan sujud maka makmum pun harus ikut bersujud bersama imam. Apabila imam meneruskan bacaannya dan tidak melakukan sujud maka makmum pun tidak boleh bersujud.

Adapun tatacara melakukan sujud tilawah dalam shalat adalah sebagai berikut :

  • 1)      Setelah membaca ayat sajdah, diucapkan takbir tanpa mengangakat tangan sambil berniat dalam hati.
  • 2)      Turun untuk bersujud
  • 3)      Membaca tasbih dan doa saat bersujud
  • 4)      Bertakbir kemudian bangun dari sujud dan meneruskan bacaan.

Apabila seseorang akan melakukan sujud tilawah diluar shalat maka tatacaranya adalah sebagai berikut :

  • 1)      Takbiratul ihram disertai niat sambil mengangkat tangan
  • 2)      Sujud sambil takbir tanpa menganggkat tangan dan berdoa
  • 3)      Duduk dan salam.

 

DOA YANG DIBACA KETIKA SUJUD

Doa yang dibaca pada sujud tilawah adalah tasbih yang dibaca pada sujud ketika shalat. Tasbih tersebut dibaca sebanyak tiga kali.

 

 

Kemudian setelah membaca tasbih tersebut, membaca doa sujud tilawah yaitu :

سجد وجهي للذي خلقه وصوره وشقّ سمعه و بصره بحوله وقوته فتبارك الله أحسن الخالقين

Artinya : “Wajahku telah bersujud kepada Rabb yang telah menciptakannya, membuka pendengaran dan penglihatannya dengan daya dan kekuatannya. Maha suci Allah SWT sebaik-baik pencipta”.[6]

 

 

 



[1] Syafii ilmi hal. Halaman 124.

[2] Al-Fiqhul Islami wa adillatuh, jilid 2 halaman 1126.

[3] Al-Fiqhul Islami wa adillatuh, jilid 2 halaman 1127.

[4] Tanwirul Qulub bab shalat halaman 171.

[5] Al-Fiqhul Islami wa adillatuh, jilid 2 halaman 1135, Syafii ilmi hal, halaman 125.

[6] Al-Fiqhul Islami wa adillatuh, jilid 2 halaman 1136.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

My KKP My Adventure: Air Terjun Tiu Kelep - Senaru, Bayan, Lombok Utara

 Minggu, 27 Juli 2025 Saya dan kawan-kawan posko KKP Lombok seperjuangan saya berencana healing. ya, betul sekali.. jalan-jalan. jalan-jalan kali ini berbeda dengan jalan-jalan sebelumnya yang terkesan dadakan. kali ini healingnya diagendakan bersama dan tanpa terkecuali semua anggota KKP ikut. kami berencana pergi ke suatu tempat nan indah di ujung KLU (Kabupaten Lombok Utara), tepatnya di kecamatan Bayan. di sana ada desa wisata yaitu Senaru. Senaru merupakan salah satu desa wisata di lombok utara yang terletak di kaki gunung Rinjani. Senaru juga merupakan salah satu jalur pendakian menuju gunung Rinjani tapi melalui jalur lombok utara. Kami berangkat pagi-pagi sekitar jam 9 bersama 14 anggota KKP. satu teman saya, Thoriq, dia menyusul lantaran motornya sedang dalam perjalanan karena sedang rusak. kondisi cuaca pada hari tersebut sangatlah cerah. tidak terlalu terik dan juga tidak terlalu gelap. kami berangkat dari posko kami yang terletak di desa Menggala, Kecamatan Pamenang, Se...

Kediri oh Kediri, Part 1

Rabu, 25 September 2024, Saya bersama dengan beberapa teman saya melakukan perjalanan ke Kediri. Kami pergi ke kediri dalam rangka menghadiri undangan pernikahan salah satu Mentor/Ustadzah MTA UIN Bandung, yaitu teh Makhyatul Fikriya yang akan menikah pada Sabtu 28 september.  Awal Mula Perjalanan Mula-mulanya berawal dari kang Nafi yang ngajak mentor-mentor untuk ikut serta ke Kediri buat kondangan. Tentu saja hal ini disambut baik oleh kami, khususnya saya yang kala itu memang sedang butuh healing alias jalan-jalan. lumayan, ada moment dan ada alasan buat keluar kota. apalagi dengan porsi budgeting yang relatif sangat murah.  Kami termasuk yang beruntung sih, karena kami dapet tiket kereta kahuripan di harga 200k, dan itu sudah PP (Pulang pergi). biasanya tiket-tiket kereta apalagi kereta yang antar provinsi mahal-mahal. bisa menyentuh angka 600k an untuk yang eksekutif, namun kali ini rejeki lagi ada di pihak kami. wkwk Malam itu juga, yang fiksasi langsung beli tiket, kare...

Review Mie Gacoan Ujung Berung: Mie Enak dengan Suasana yang Cozy

Foto taken by: Abdul Bari  Ada sensasi yang berbeda ketika makan bersama teman-teman, apalagi jika makanannya adalah mie goreng yang enak dan disajikan dengan topping yang unik. Itulah yang kami rasakan saat berkunjung ke Mie Gacoan Ujung Berung bersama 5 teman kelas, dan yang membuat pengalaman ini semakin berkesan adalah karena salah satu teman kami yang mengajak makan kali ini rela menraktir kami semua. Inilah kisah seru kami saat menikmati hidangan lezat di Mie Gacoan Ujung Berung. Menurut pengalaman saya, makan di Mie Gacoan Ujung Berung merupakan pengalaman yang sangat menyenangkan dan tak terlupakan. Pertama-tama, tempat ini memiliki dekorasi yang kekinian dan instagramable, sehingga membuat suasana menjadi lebih menyenangkan. Selain itu, suasana yang cozy dan santai juga cocok untuk nongkrong dan ngobrol santai bersama teman-teman. Tentunya, tidak hanya suasana saja yang membuat pengalaman makan di Mie Gacoan Ujung Berung menjadi menyenangkan. Setiap jenis mie di sini memil...