Molla Cami memiliki nama asli Nuruddin Abdurrahman bin Nizamuddin
Ahmad bin Muhammad Al-Cami. Molla Cami lahir di kota Cami, Horasan Iran pada
tanggal 23 Syaban 817 H \ 7 November 1414 M.
Molla Cami Hz wafat di kota Herat pada 18 Muharram 898 \ 9 November
1492 dan dimakamkan disamping makam gurunya Syaikh Sadedin Al-kasygari Hz.
Molla Cami Hz merupakan Ulama Ahlussunnah Waljamaah. Beliau memeluk
Madzhab Syafii dan Madzhab Asyari.
Nuruddin Abdurrahman mendapatkan julukan Cami dikarenakan beliau
lahir dan tumbuh di kota tersebut.
Kakek Molla Cami Syamsuddin Muhammad Hz berasal dari kota Isfahan.
Beliau bermigrasi dari Isfahan menuju Horasan dan menikah dengan seorang putri
dari Ulama besar yaitu Imam Muhammad bin Hasan Asy-syaibani. Dari pernikahan
tersebut lahir seorang putra yang diberi nama Nizamuddin Ahmad, Ayah dari Molla
Cami Hz.
MASA KECIL
Molla Cami Hz lahir dan menjalani sebagian masa kecilnya di
Horasan. Sejak kecil beliau sudah diajarkan oleh ayahnya dasar dasar keilmuan islam.
Nizamuddin Ahmad merupakan sosok Ayah sekaligus Guru pertama Molla Cami dalam
mempelajari ilmu keislaman.
PERJALANAN PENDİDİKAN DAN KRONOLOGİ KEHİDUPAN
Pada tahun 1420 ayah Molla Cami diangkat menjadi seorang Mudarris
di Madrasah Nizamiye kota Herat. Molla Cami pun ikut sang ayah bermigrasi ke
kota Herat dan Ayah beliau menyekolahkan Molla Cami ke Madrasah Nizamiye.
Madrasah Nizamiye merupakan Madrasah pertama bagi Molla Cami hz.
beliau mulai mempelajari pelajaran-pelajaran islam dasar. Beliau belajar ilmu
bahasa Arab dasar dan ilmu alat pada Mevlana Cuneydi Usuli hz. Disinilah oleh
Sang Guru Molla Cami hz dididik dan membangun pondasi ilmu yang kokoh, ini
merupakan langkah awal Molla Cami untuk mempersiapkan diri menjadi Ulama besar,
Ulama ahli bahasa Arab.
Ketika berada di Madrasah Nizamiye Molla Cami belajar dari banyak
Tokoh Ulama Islam yang ternama pada masanya. Selain berguru kepada Mevlana
Cuneydi Usuli hz, Molla Cami hz juga menimba ilmu dari Ali As-samarkandi dan
Syahabuddin Muhammad Al-cacermi hz. Keduanya merupakan Ulama ternama pada
masanya.
Setelah menyelesaikan pendidikan di Madrasah Nizamiye, pada tahun
1437 Molla Cami hz kembali melakukan safari ilmu untuk memperdalam keilmuannya
ke negeri Samarkand. Beliau menetap disana dan belajar di Madrasah Uluğ Bey. Di
Madrasah Uluğ Bey beliau mempelajari ilmu Riyaziyyat (Matematika) dan berkat
kegigihannya dalam belajar dan kecerdasannya yang tajam beliau menjadi seorang ahli
Matematika. Beliau berguru juga kepada Fathullah At-tabrizi.
Sepulang dari Samarkand dan menyempurnakan ilmu Syariat dan
zahiri-nya. Molla Cami hz menyempurnakan keilmuan-nya dengan mempelajari ilmu
Tasawwuf dan berintisab (berguru) kepada Syaikh Sadedin Kaşgari hz. Syaikh
Sadedin Kaşgari hz merupakan salah seorang Mursyid Kamil dari Tarekat
Naqsyabandiyyah aliyah.
Setelah Syaikh Sadedin Kaşgari hz berirtihal meninggalkan dunia
beliau digantikan oleh Muridnya yaitu Hace Ubaidullah Ahrar hz sebagai Mursyid
Kamil Tarekat Naqsyabandiyyah. Molla Cami hz pun berintisab dan melanjutkan
perjalanan-nya dalam mendalami dunia Tasawwuf atas bimbingan Hace Ubaidullah
Ahrar hz.
Pada tahun 1472 Molla Cami hz pergi menuju Haramain untuk
menunaikan ibadah haji. Molla Cami hz pulang dari ibadah haji pada 1474 menuju
Herat dan sempat singgah di Kota Tebriz.
Molla Cami hz menjadi seorang Mudarris di Madrasah yang dibangun
oleh Sultan Hüseyin Baykara yang terletak di kota Herat. Di madrasah tersebut,
Molla Cami hz mengajarkan ilmu ilmu keislaman seperti bahasa Arab, Adab
(sastra), Hadits dan Tafsir.
Pada 18 Muharram 898 / 09 November 1492 kota Herat, Molla Cami
menghembuskan nafas terakhirnya dan beliau dikuburkan di samping Syaikh Sadedin
Kaşgari yang merupakan Guru sekaligus Mursyid beliau dalam meniti perjalan
Tasawwuf.
KARYA KARYA
Molla Cami hz merupakan seorang Ulama yang memiliki banyak karya
tulis. Beliau telah menulis kurang lebih sebanyak 45 kitab. Sebagian karyanya
ditulis menggunakan bahasa arab dan sebagian lagi menggunakan bahasa farisi.
Tema-yang beliau angkat dalam karya-karyanya antara lain :
- · Tasawwuf
- ·
Adab
(Sastra)
- ·
Nahwu
- ·
Sharraf
- ·
Akhlak
- ·
Hadis
Diantara karya-karya beliau adalah :
- ·
El-Feva’idüz-
Ziya’iyye
- ·
Divanlar
- ·
Heft
Evreng
- ·
Hadis-i
Erbain
- ·
Nefehatü-l
Üns
- ·
Risale-i
Tehliliyye
Salah satu karya beliau yang hingga saat ini masih digunakan
sebagai media pembelajaran adalah El-Feva’idüz- Ziya’iyye.
El-Feva’idüz- Ziya’iyye atau lebih dikenal dengan nama Şerhi Molla
Cami merupakan kitab yang membahas ilmu nahwu dan merupakan syarah dari kitab Kafiyah
(Ibnu Hacib). Kitab ini ditulis oleh Molla Cami dan dipersembahkan untuk
putra tunggalnya yaitu Ziyauddin Yusuf. Kitab syarah Molla Cami ini selesai
ditulis pada 11 Ramadhan 897 / 7 Juli 1492. Kitab ini hingga saat ini masih
digunakan dan dipelajari pada madrasah-madrasah di Turki.
SULTAN YANG TAK KUNJUNG BERTEMU
Molla Cami hz merupakan Ulama yang sangat masyhur pada masanya. Tidak
hanya dikenal di Samarkand dan Bukhara, nama beliau pun dikenal hingga ke India
dan Balkan. Beliau mendapatkan reputasi dan kepercayaan yang tinggi dikalangan
para Ulama dan Sultan.
Diriwayatkan bahwa sepulang dari haji, Molla Cami diundang oleh Sultan
Muhammad Al-Fatih untuk datang menemui Sultan di Istanbul. Sultan Muhammad
Al-Fatih mengirim Hoca Ataullah Kirmani sebagai utusan untuk menjemput Molla
Cami hz di kota Halep. Sang Sultan juga mengirimkan hadiah 5000 keping emas untuk
Molla Cami hz, akan tetapi pertemuan tersebut tidak terealisasikan karena Molla
Cami hz telah pergi meninggalkan kota Halep sebelum Hoca Ataullah Kirmani
datang menemuinya.
Sultan Muhammad Al-Fatih kembali mengundang Molla Cami hz untuk
kedua kalinya. Kali ini Sang Sultan meminta kepada Molla Cami hz untuk menulis
sebuah kitab perbandingan pendapat para filsuf, Ulama Kalam dan Ulama Tasawwuf
tentang permasalahan ilmu Kalam (Akidah).
Molla Cami hz mengabulkan permintaan tersebut dan menulis kitab
yang diberi nama Cami Ed-Düretü’l – Fahire.
Sultan Muhammad Al-Fatih untuk kedua kalinya gagal bertemu dengan Molla Cami hz, karena sang Sultan meninggal sebelum Molla Cami menyerahkan kitab yang ia inginkan.
Molla Cami hz merupakan Ulama besar dan Karismatik. Kehidupan beliau
dipenuhi dengan perjalanan menuntut ilmu, mengajarkan ilmu dan menulis banyak
kitab.
Selain memiliki kecerdasan dan reputasi yang tinggi, beliau
tetaplah merupakan sosok Ulama yang rendah hati, tawadhu dan zuhud. Sifat-sifat
tersebut beliau dapatkan dari ilmu Tasawwuf yang beliau pelajari dari Syaikh
Sadedin Kaşgari.
Semoga kita semua dapat mengikuti jejak beliau yang kesehariannya
selalu disibukkan dengan ilmu.
Harus viral nih
BalasHapus