Ramadhan telah tiba. Siapa yang tidak bergembira ketika menyambut bulan Ramadhan ini.
Semuanya pasti sangat gembira ketika bulan Ramadhan tiba. Karena dibulan ini banyak aktifitas yang
jarang kita temui diluar Ramadhan mulai dari kegiatan bukber, sahur bareng, ngabuburit, sampai
pasar ramdahan yang menyajikan jajanan iftar yang menggoda.
Selain itu Ada banyak kegiatan masyarakat yang dapat di lakukan di bulan penuh berkah
ini. Mulai dari kuliah subuh, kegiatan bakti sosial, shalat tarawih, kultum dan muqabalah atau lebih
akrab dengan sebutan tadarusan atau simakan quran
Dibulan ini banyak orang yang berlomba lomba menghatamkan Al-Qur’an dikarenakan bulan
Ramadhan adalah bulan dimana Al-Qur’an itu sendiri turun dan segala bentuk amal kebaikan akan
dilipatgandakan. Lalu apa itu muqabalah?
Muqabalah secara bahasa berarti pertemuan, tatap muka, atau saling berhadapan.
Sedangkan istilah muqabalah yang sering kita dengar adalah kegiatan membaca Al-Qur’an yang
didengarkan oleh beberapa orang atau banyak orang (jamaah).
Kegiatan membaaca Al-Qur’an seperti ini sudah ada sejak zaman Rasulullah SAW.
Diriwayatkan bahwa ketika Ramadhan tiba malaikat jibril datang kepada Rasulullah dan membaca
ayat dan surat surat Al-Qur’an yang telah diturunkan hingga saat itu. Disisi lain Rasulullah SAW
mendengarkan dengan khusyu bacaan malaikat jibril tersebut.
Pada Ramadhan terakhir sebelum Rasulullah SAW meninggal, muqabalah dilakukan
sebanyak 2 kali dan peristiwa tersebut dinamakan ‘Arzai ahire’. Sebagian sahabat juga
mengamalkan muqabalah ini dan ketika bulan Ramadhan tiba mereka mengumpulkan keluarganya
kemudian membaca Al-Qur’an dengan cara muqabalah seperti yang dilakukan Malaikat jibril dan
Rasulullah SAW.
Budaya muqabalah terus berlanjut dan di amalkan hingga hari ini. Di masa kerajaan islam
masih berdiri, aktifitas muqabalah di lakukan juga di istana istana kerajaan oleh para penghafal Al-
Qur’an. Diriwayatkan dari Ibnu halikan bahwa istri khaalifah Harun arrasyid memiliki kurang lebih
100 jariyah(budak perempuan) penghafal Al-Qur’an dan istri khalifah selalu mendengarkan bacaan
Al-Qur’an mereka. Sultan Salim han III.(salah satu sultan di kesultanan ustmani) selalu mengikuti
kegiatan muqabalah yang dilakukan di dekat makam Abu ayyub alansari, atau di istananya dan
diriwayatkan kalau sebagian bacaan Al-Qur’an dibaca dengan qiraah sab’ah.
Di Makedonia dan sebagian negeri balkan lainnya, masyarakat muslim disana memulai
muqabalah ketika memasuki 3 bulan mulia (Rajab, Syaban dan Ramadhan) dan menghatamkannya
berkali kali. Di Istanbul pada zaman kehalifahan muqabalah dimulai 15 hari sebelum memasuki
Ramadhan dan doa kahatamannya di baca waktu asar sebelum malam lailatul qadr (hari ke 27
Ramadhan).
Di Turki sekarang, budaya muqabalah dimulai pada awal Ramadhan dan diselesaikan
kemudian doanya dibaca sehari sebelum memasuki hari raya. Terkadang juga doa khatamannya
dibaca ketika malam lailatul qadr.
Semua orang bisa bermuqabalah. Muqabalah paling sedikit di lakukan oleh 2 orang salah
satunya membaca Al-Qur’an sedangkan yang lain mendengarkan. Muqabalah juga sering dibaca oleh
para penghafal Al-Qur’an. Mereka membacanya dengan hafalan mereka. Hal ini juga merupakan
kesempatan bagi para penghafal Al-Qur’an untuk memperkuat hafalannya dan melatih mental
supaya berani membaca di depan umum.
Terkadang ada beberapa pemerintahan yang menetapkankan imam atau muadzin untuk
membaca Al-Qur’an. Salah satunya pada masa kehilafahan ustmani mereka yang di tetapkan
pemerintah untuk membaca dikenal dengan sebutan ‘cüzhan’ dan mereka membaca Al-Qur’an terus
menerus setiap sebelum shalat 5 waktu.
Mukabalah tidak hanya dilakukan pada bulan Ramadhan saja. Diluar bulan Ramadhan pun
muqabalah bisa dilakukan. Di musium topkapı isntanbul tepatnya di blok ‘Hırkai saadet’ setiap
harinya selalu dibacakan Al-Qur’an dengan cara muqabalah oleh orang orang yang ditugaskan.
Seperti yang di jelaskan di atas ada beberapa negara juga yang masyarakat muslimnya memulai
bermuqabalah di 3 bulan mulia tersebut. Namun karena Al-Qur’an itu sendiri diturunkan di bulan
Ramadhan maka kita sering menemui aktifitas muqabalah ini di bulan Ramadhan.
Kegiatan muqabalah ini juga tidak terikat dengan masjid saja. Muqabalah juga dapat
dilakukan di madrasah, rumah bahkan di zaman teknologi seperti sekarang muqabalah dapat
dilakukan via radio, atau siaran televisi.
Seperti yang kita ketahui muqabalah adalah kegiatan membaca dan mendengarkan Al-
Qur’an Maka kegiatan ini memiliki banyak sekali keutamaan dan manfaat. Bagi pembacanya akan
diberikan pahala yang sangat berlimpah sesuai dengan hadis rasulullah SAW . beliau bersabda
عن عَبْدَ اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ، يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالحَسَنَةُ
بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ، وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ Artinya: Dari ‘Abdullah ibn Mas‘ud,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Siapa saja membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-
Qur’an), maka dia akan mendapat satu kebaikan. Sedangkan satu kebaikan dilipatkan kepada
sepuluh semisalnya. Aku tidak mengatakan alif lâm mîm satu huruf. Akan tetapi, alif satu huruf, lâm
satu huruf, dan mîm satu huruf,” (HR. At-Tirmidzi).
Sedangkan bagi pendengar ia akan mendapatkan rahmat dari allah SWT.
İni baru sebagian dari keutamaan membaca dan mendengarkan Al-Qur’an masih banyak lagi
keutamaan-keutamaan lainnya seperti diturunkannya rahmat, maghfirah, dan rasa aman ke tempat
yang dibacakan Al-Qur’an didalamnya, Al-Qur’an akan menjadi syafaat bagi pembacanya,
pembacanya digolongkan kepada Ahlullah dan masih banyak lagi.
setelah kita baca penjelasan diatas, kita jadi tau lebih banyak lagi tentang muqabalah,
budaya muqabalah yang beragam dikalangan masyarakat muslim, dan keutamaan membaca serta
mendengarkan Al-Qur’an. Jadi masih mau ketinggalan dengan mereka yang sudah berkali kali
menghatamkan Al-Qur’an? Ayo biasakan membaca dan mendengarkan Al-Qur’an.
Rabu, 13 mei 2020
Refrensi:
Positif
BalasHapusterimakasih
Hapus