Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2020

MANA YANG BENAR? SYARAH ATAU KİTAB?

  MENCOBA MEMAHAMİ KONTRADİKSİ ANTARA SYARAH DAN KİTAB Oleh: Ahmad Muzayyin Kitab bina merupakan kitab bahasa arab yang membahas tentang ilmu sharaf dengan pendekatan menggunakan metode penjabaran bab-bab yang ada pada ilmu sharaf . Ada 35 bab dalam ilmu sharaf yang dibahas di dalam kitab bina ini. Pembahasannya sangat sistematis karena setiap babnya dijabarkan dengan jelas dan menggunakan bahasa yang tidak bertele tele sehingga mudah untuk dihafal dan diingat. Pada setiap babnya dibahas wazan , mauzun , bina serta contoh dari masing masing bab tersebut. Dari sekian banyak bab yang ada, terdapat satu bab yang menarik, dikarenakan terdapat kontradiksi antara ibaroh yang tertulis pada matan kitab dan ibaroh yang tertulis pada syarah kitabnya sehingga menimbulkan interpretasi yang berbeda. Bab tersebut adalah bab تسلقى ( dibaca   tasalqa ) yang dibahas pada pembahasan  ملحق تدخرج ( dibaca   mulhaq tadakhraja ). KONTRADİKSİ İBAROH SYARAH DAN KİTAB Ketika k...

TAKWA DAN WARA

TAKWA DAN WARA   Secara bahasa takwa dan wara berarti : Menjaga diri, takut, menghindari, menjauhi sesuatu dsb. Sedangkan takwa menurut istilah adalah : beriman kepada Allah S.W.T serta  menjalankan perintahnya, menjauhi larangannya dan menjauhi segala macam bentuk dosa  dan itikad (keyakinan) yang salah.  Dan wara menurut istilah adalah : Menjauhi perkara syubhat (tidak memiliki kejelasan  hukum) bahkan menjauhi perkara mubah yang kurang bermanfaat.  Wara merupakan kedudukan atau derajat khusus diatas takwa. Dari penj elasan diatas dapat  dipahami bahwa mencegah diri dari perkara haram dan makruh adalah takwa. Sedangkan  mencegah diri dari hal hal yang bersifat syubhat dan kurang bermanfaat adalah wara. Tingkat  kesulitan wara lebih tinggi daripada takwa oleh sebab itu kedudukan dan derajat wara lebih  tinggi dari takwa.  Allah S.W.T vverfirman dalam Al-quran :  يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰتِهٖ...

SELATİN CAMİLERİ: MASJİDNYA PARA SULTAN

  SELATİN CAMİLERİ Oleh: Ahmad Muzayin  Ottoman merupakan salah satu dinasti kehkalifahan terlama dan terkuat dalam sejarah Islam. Sistem pemerintahan yang berpusat di Turki menjadikan Turki sebuah negara yang penuh dengan peninggalan-peninggalan bersejarah dari masa kesultanan Seljuk hingga Ottoman. Salah satu dari harta karun sejarah yang dapat kita saksikan sampai sekarang adalah masjid masjid yang dibangun pada masa Ottoman dengan arsitekturnya yang khas. Diantara sekian banyak masjid, banyak diantaranya yang diberi nama SELATIN CAMI. Lalu apa itu selatin cami?. Kata "Selatin" merupakan bentuk jamak dari kata "sultan" yang berarti para sultan atau kepemilikan sultan. Kemudian “selatin cami” adalah sebuah istilah untuk masjid masjid yang dibangun menggunakan dana pribadi dari para sultan, istri-istri sultan atau valide sultan {ibu dari seorang sultan}. Sebagian besar Selatin cami dapat kita temui di kota-kota besar yang pernah menjadi daerah kekuasaan Ottoman sep...

KAİDAH APAKAH YANG DİGUNAKAN PADA KALİMAT يَخِصِّمُونَ ?

Pertanyaan: Assalamualaikum wr.wb Semoga Allah SWT memberikan keselamatan untuk tim redaksi. Saya ingin bertanya kaidah sharraf apa yang digunakan pada kata  يَخِصِّمُونَ ? Jawaban:   Waalaikumussalam wr.wb Aamiin. semoga Allah juga memberikan kesehatan dan keselamatan kepada anda dan kita semua. Penanya yang budiman, sebelum kita membahas mengenai kaidah yang digunakan pada kalimat  يَخِصِّمُونَ , kita harus mengetahui bahwa kata tersebut datang dari bab ifti'al fiil mudhari' mufrad muzakkar ghaib. kata asalnya adalah  خصم. kemudian kaidah yang digunakan adalah: Apabila huruf yang datang setelah  تاء افتعال atau  عين الفعل   merupakan salah  satu dari huruf  تَدْذُزٍ سَصَضِطَظٍ maka  تاء افتعال diubah menjadi huruf yang serupa dengan   عين الفعل kemudian      تاء افتعال  yang telah diubah tersebut diidhgamkan kepada  عين الفعل. Penjelasan: Asal kata  يَخِصِّمُونَ adala h  يَخْتَصِمُونَ dikarenakan...

İBNU HAJİB

  Abu amr Jamaluddin Oleh:alfaqir   Ilustrasi. Kütüphane  Dari Dulu kita sudah sering Mendengar dan terbiasa dengan kitab “Kafiyah”. Sebabnya waktu kita belajar   nahwu di grup ibtidai Abi kita sering banget menyisipkan kaidah tambahan dari kitab lain dan yang paling sering disebut adalah kafiyah . Mereka selalu Mengatakan kalau nantinya kalian akan tahu dan lebih paham ketika mulai membacanya. Siapa sih yang gak kenal dengan kitab legendaris ini? Kitab yang selalu menjadi rujukan Ahli Nahwu . Kitab yang   saking pentingnya dari sejak kita belajar di ibtidai selalu disebut sebut. Semua santri sulaimaniyah pasti tahu Meskipun pas belajar dulu sering teledor kurang perhatin Abi yang jelasin. Cuman, pernah gak sih kita penasaran siapa dia dibalik maha karya yang masyhur ini? Tahu gak sih kalau beliau merupakan ulama sangat masyhur pada zamannya! Seberapa tahu kita tentang kehidupannya? Atau jangan jangan kita hanya membaca k...

SİKAP MAKMUM KETİKA İMAM BANGKİT KE RAKAAT 5

  SİKAP MAKMUM KETİKA İMAM BANGKİT KE RAKAAT 5 Pertanyaan: Assalamualaikum wr.wb semoga tim redaksi diberikan kesehatan oleh Allah SWT. amiin Bagaimana sikap seorang makmum (apa yang harus dilakukan) apabila imam beranjak ke rakaat ke-5 sedangkan imam tersebut telah diingatkan? Wassalamualaikum.wr.wb Jawaban: Waalaikumusalam wr.wb Penanya yang budiman, semoga Allah SWT juga memberikan kesehatan kepada anda dan kita semua. Amiin  Apabila imam bangkit untuk menambah rakaat dan makmum telah mengingatkannya, maka makmum tidak di perbolehkan bangkit untuk mengikuti imam ke rakaat yang ditambah. Dalam keadaan tersebut makmum memiliki 2 opsi. Ber- mufaraqah (berniat untuk melepaskan diri dari hubungan jamaahnya dengan imam) dan ber-tahiyyat kemudian salam tanpa menunggu imam salam. Duduk menunggu imam menyelesaikan rakaatnya dan salam bersama dengan imam. Hal ini telah disebutkan di dalam syarah  safinatunnajah hal.68 Wassalamualaikum wr.wb